PPRO Saham Indonesia

Menabung Saham 2018 Bagian 2, Saham PPRO Turun 50% 2018, Masih Layak Dikoleksi?

Taufik Hidayat Direktur PPRO
saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mengalami penurunan harga saham kurang lebih 50%. Dari penutupan diakhir tahun 2017 diharga 190an dan ditahun 2018 ini sempat mencapai titik 207an dan mencapai titik teredah diharga 93an. Apakah masih layak di koleksi?

Selama tahun 2018, saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mengalami penurunan harga saham kurang lebih 50%. Dari penutupan diakhir tahun 2017 diharga 190an dan ditahun 2018 ini sempat mencapai titik 207an  dan mencapai titik teredah diharga 93an.

Kenapa saham yang memiliki fundamental yang cukup baik ini mengalami penurunan yang terus menerus dan apakah tahun 2019 waktunya bagi saham ini untuk rebound?

Ditahun 2017 yang lampau, kami telah sedikit mengulas saham ini, silakan bisa dibaca di postingan berikut; https://www.brokereview.com/id/menabung-saham-2017-bagian-1-saham-ppro-ini-analisanya.html.

Pada artikel tersebut, diulas bahwa secara teknikal, saham PPRO memiliki tiga level support (S1, S2, dan S3) yang menjadi level-level kritis dan menjadi peluang untuk dikoleksi. Dan dengan adanya penurunan yang tajam selama 2018 ini, harga saham PPRO telah menyentuh level S3 yaitu dikisaran harga 100an. Analisa kami dipostingan terdahulu saat ini masih cukup relevan dimana masih dalam ‘invest plan’ untuk saham PPRO.

Silakan perhatikan chart PPRO di bawah ini;

Chart PPRO 2018
PPRO berada pada fase memulai trend BULLISH.

Sesuai dengan gambar di atas, saham PPRO sempat menguji level 93 an dan saat ini range harga tersebut menjadi support jangkat menengah hingga Panjang, apabila harga PPRO terseret menembus level 90 kembali dan ‘breakdown’ maka diperlukan cukup waktu kembali untuk menunggu saham ini memasuki trend bullish.

Pada penutupan hari ini, tanggal 4 Desember 2018, PPRO ditutup diharga 124. Area harga ini sudah menembus ke atas awan kumo seperti pada gambar di atas, yang besar kemungkinan PPRO akan mulai berada dalam fase Bullish.

Asing Yang Mulai Mengkoleksi PPRO

Trend bullish minor yang sudah terjadi dibulan November 19 kemarin juga dikonfirmasi adanya kenaikan transaksi BUY yang dilakukan oleh investor Asing, Net buy asing ini yang juga mendorong saham PPRO terangkat dari level terendah 93 hingga 124. Terjadi kenaikan sekitar 25%.

NetBUY Asing saham PPRO
Transaksi “ÁSING” di Saham PPRO Selama November 2018

Kinerja PPRO

Setelah IPO pada tahun 2015, saham PPRO secara rutin membagikan deviden. Dan tahun 2018, berdasarkan laporan kuartal III PPRO telah mencetak laba bersih yang tumbuh sebesar 11.2%. PPRO tercatat telah mengantongi nilai pemasaran atau marketing sales senilai Rp3,52 Triliun sepanjang Januari – September 2018 atau 93% dari target pra penjualan (Bisnis Indonesia).

ÍNVEST PLAN UNTUK SAHAM PPRO

Bagi Anda yang telah memiliki saham PPRO sejak 2017 tentunya saat ini market value portofolio Anda sedang menurun. Sebagai investor, saat ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk menambahkan koleksi saham Anda juga untuk menurunkan nilai rata-rata beli Anda. Selama harga saham berada di atas awan ‘kumo’ potensi BUY on WEAKNESS bisa diambil.

Bagi Anda yang baru membeli saham ini, gunakan hanya 20-30% dari modal saja. Sedangkan bagi investor yang sedang averaging down, Anda bisa gunakan prosentase modal sesuai dengan tinggalkan “invest plan” yang seperti contoh di postingan sebelumnya; https://www.brokereview.com/id/menabung-saham-2017-bagian-1-saham-ppro-ini-analisanya.html.

About the author

Forex Sniper

Pengamat dan Pelaku Investasi Saham & Forex Sejak 2012

Add Comment

Click here to post a comment

Download Blueprint

Metode berinvestasi di pasar modal & forex trading secara mandiri & profitable.

Top Review

Sponsored

Subscribe to our Newsletter